Kamis, 14 Juli 2011

peranan orang tua dalam mendidik anak

orang tua mempunyai peranan penting dalam mendidik anak, karena proses
awal pndidikan manusia adalah dalam keluarga dan yang mendidik anak
dalam keluarga adalah orang tua. meskipun terdapat anggota keluarga
yang lain orang tua merupakan proses awal dalam pendidikan\
untuk fil yang lebih lengkap silakan donload disini.
http://www.ziddu.com/download/14566020/peranortudlampendidikananak.doc.html
--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com

Minggu, 19 Juni 2011

PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK SAPI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN BESERTA ASPEK SOSIO KULTURALNYA

Oleh: Sugi Rahayu**), Dyah Purwaningsih***), Pujianto****)

Pendahuluan
Kelangkaan bahan bakar minyak, yang salah satunya disebabkan oleh
kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong
pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi secara
bersama-sama (Kompas, 2008). Makin tingginya harga bahan bakar,
terutama gas dan bahan bakar minyak untuk kebutuhan rumah tangga makin
meresahkan masyarakat. Selain mahal, bahan bakar tersebut juga makin
langka di pasaran. Usaha untuk mengatasi hal-hal yang demikian ini
mendorong pemikiran akan perlunya pencarian sumber-sumber energi
alternatif agar kebutuhan bahan bakar dapat dipenuhi tanpa merusak
lingkungan.
Indonesia sebagai negara agraris yang beriklim tropis memiliki sumber
daya pertanian dan peternakan yang cukup besar. Sumber daya tersebut,
selain digunakan untuk kebutuhan pangan juga dapat berpotensi sebagai
sumber energi dengan cara pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas.
Pemanfaatan limbah peternakan (kotoran ternak) merupakan salah satu
alternatif yang sangat tepat untuk mengatasi naiknya harga pupuk dan
kelangkaan bahan bakar minyak. Apalagi pemanfaatan kotoran ternak
sebagai sumber bahan bakar dalam bentuk biogas. Teknologi dan produk
tersebut merupakan hal baru bagi masyaraka,t petani dan peternak kita.
Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber energi, tidak mengurangi
jumlah pupuk organik yang bersumber dari kotoran ternak. Hal ini
karena pada pembuatan biogas kotoran ternak yang sudah diproses
dikembalikan ke kondisi semula yang diambil hanya gas metana (CH4)
yang digunakan sebagai bahan bakar. Kotoran ternak yang sudah diproses
pada pembuatan biogas dipindahkan ke tempat lebih kering, dan bila
sudah kering dapat disimpan dalam karung untuk penggunaan selanjutnya.
Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Jatisarono sedang
melakukan studi kelayakan dengan menunjuk seorang peternak yang
mempunyai ternak sapi sejumlah sekitar 20 ekor sapi agar memanfaatkan
limbah kotoran sapinya untuk dapat menghasilkan biogas sebagai sumber
energi alternatif. Untuk itu, perlu diketahui jumlah energi yang
dihasilkan dari biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi tersebut.
Dengan diketahuinya jumlah energi yang dihasilkan, maka akan diketahui
berapa jumlah keluarga yang dapat memanfaatkan biogas yang dihasilkan
dari kotoran sapi.
Selain itu, dari aspek sosio-kultural penerapan teknologi baru kepada
masyarakat merupakan suatu tantangan tersendiri akibat rendahnya latar
belakang pendidikan, pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki.
Begitu juga dengan penerapan teknologi biogas. Tidak pernah
terbayangkan bahwa kotoran sapi dapat menghasilkan api. Selain itu
juga perasaan jijik terhadap makanan yang dimasak menggunakan makanan
yang dimasak menggunakan biogas. Untuk itu, program pengabdian ini
dilakukan untuk mengetahui besar konversi energi yang dihasilkan dari
biogas hasil kotoran sapi tersebut dan bagaimana mensosialisasikan
produk biogas tersebut kepada masyarakat sehingga dapat dijadikan
sebagai rintisan wirausaha baru. Adapun tujuan dari kegiatan ini
adalah
1. Memberi masukan kepada masyarakat tentang pemanfaatan residu biogas
dari kotoran ternak bagi kepentingan masyarakat petani dan peternak
2. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang aspek sosio-kultural
penerapan teknologi biogas dalam rangka perintisan wirausaha baru
3. Mengkaji prospek penerapan teknologi biogas di desa Jatisarono,
kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo terkait dengan aspek
community development untuk jangka yang lebih panjang
Sedangkan manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain :
a. Hasil dari kegiatan yang akan dilakukan diharapkan dapat menjadi
rintisan kegiatan sistem pengelolaan limbah ternak yang berdaya guna.
b. Biogas yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai sumber belajar (real
teaching) bagi dunia pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan
berbasis riset.
c. Program yang dijalankan dapat dijadikan sebagai media penghubung
antar keluarga dalam pengelolaan dan penyaluran biogas yang dihasilkan
sehingga dapat terbentuk atmosfir sosio kultural yang harmonis dan
berkesinambungan.
d. Memotivasi masyarakat desa untuk merintis wirausaha baru di bidang
pembuatan biogas
e. Membuka peluang kerja bagi masyarakat petani dan peternak sapi
sehingga memperkecil arus urbanisasi.
f. Meningkatkan pendapatan masyarakat petani dan peternak sapi di
daerah tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kotoran Ternak
Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber pupuk organik sangat
mendukung usaha pertanian tanaman sayuran. Dari sekian banyak kotoran
ternak yang terdapat di daerah sentra produksi ternak banyak yang
belum dimanfaatkan secara optimal, sebagian di antaranya terbuang
begitu saja, sehingga sering merusak lingkungan yang akibatnya akan
menghasilkan bau yang tidak sedap.

Tabel. 1 Kandungan unsur hara pada pupuk kandang yang berasal dari
beberapa ternak
Jenis ternak Unsur hara (kg/ton)
N P K
Sapi perah 22,0 2,6 13,7
Sapi potong 26,2 4,5 13,0
Domba 50,6 6,7 39,7
Unggas 65,8 13,7 12,8
Sumber: http://www.disnak.jabarprov.go.id/data/arsip/
Satu ekor sapi dewasa dapat menghasilkan 23,59 kg kotoran tiap
harinya. Pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak dapat
menghasilkan beberapa unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman,
seperti terlihat pada Tabel 1. Disamping menghasilkan unsur hara
makro, pupuk kandang juga menghasilkan sejumlah unsur hara mikro,
seperti Fe, Zn, Bo, Mn, Cu, dan Mo. Jadi dapat dikatakan bahwa, pupuk
kandang ini dapat dianggap sebagai pupuk alternatif untuk
mempertahankan produksi tanaman.
Biogas sebagai Sumber Energi Alternatif
Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari
proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob
(bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara).
(http://www.majarikanayakan.com/). Pada umumnya semua jenis bahan
organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya
bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air
kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Di
samping itu juga sangat mungkin menyatukan saluran pembuangan di kamar
mandi atau WC ke dalam system biogas. Di daerah yang banyak industri
pemrosesan makanan antara lain tahu, tempe, ikan pindang atau brem
bisa menyatukan saluran limbahnya ke dalam sistem biogas, sehingga
limbah industri tersebut tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Hal
ini memungkinkan karena limbah industri tersebut di atas berasal dari
bahan organik yang homogen. Jenis bahan organik yang diproses sangat
mempengaruhi produktivitas sistem biogas di samping
parameter-parameter lain seperti temperatur digester, pH, tekanan, dan
kelembaban udara.
Salah satu cara menentukan bahan organik yang sesuai untuk menjadi
bahan masukan sistem biogas adalah dengan mengetahui perbandingan
karbon (C) dan nitrogen (N) atau disebut rasio C/N. Beberapa percobaan
yang telah dilakukan oleh ISAT menunjukkan bahwa aktivitas metabolisme
dari bakteri methanogenik akan optimal pada nilai rasio C/N sekitar
8-20 (http://www.petra.ac.id/science/applied
_technology/biogas98/biogas.htm
).
Bahan organik dimasukkan ke dalam ruangan tertutup kedap udara
(disebut Digester) sehingga bakteri anaerob akan membusukkan bahan
organik tersebut yang kemudian menghasilkan gas (disebut
biogas). Biogas yang telah terkumpul di dalam digester selanjutnya
dialirkan melalui pipa penyalur gas menuju tabung penyimpan gas
atau langsung ke lokasi penggunaannya. Biogas dapat dipergunakan
dengan cara yang sama seperti gas-gas mudah terbakar lainnya.
Pembakaran biogas dilakukan melalui proses pencampuran dengan sebagian
oksigen (O2). Nilai kalori dari 1 meter kubik biogas sekitar 6.000
watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena
itu biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif
yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG, butana, batubara,
maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil.
Namun demikian, untuk mendapatkan hasil pembakaran yang optimal,
perlu dilakukan pra kondisi sebelum biogas dibakar yaitu melalui
proses pemurnian/penyaringan karena biogas mengandung beberapa
gas lain yang tidak menguntungkan. Sebagai salah satu contoh,
kandungan gas hidrogen sulfida yang tinggi yang terdapat dalam biogas
jika dicampur dengan oksigen dengan perbandingan 1:20, maka akan
menghasilkan gas yang sangat mudah meledak. Tetapi sejauh ini belum
pernah dilaporkan terjadinya ledakan pada sistem biogas sederhana. Di
samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran
ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada
tanaman/budidaya pertanian.
Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry)
merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein,
selulose, lignin dan lain-lain tidak dapat digantikan oleh pupuk
kimia. Pupuk organik dari biogas telah dicobakan pada tanaman jagung,
bawang merah dan padi.
Komposisi gas yang terdapat di dalam Biogas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Komposisi gas yang terdapat dalam biogas
Jenis Gas Volume (%)
Metana (CH4) 40 – 70
Karbondioksida (CO2) 30 – 60
Hidrogen (H2) 0 - 1
Hidrogen Sulfida (H2S) 0 – 3
Sumber: . (http://www.energi.lipi.go.id)


Pelestarian Alam dengan Biogas.
Biogas memberikan solusi terhadap masalah penyediaan energi dengan
murah dan tidak mencemari lingkungan. Berdasarkan hasil temuan
mahasiswa KKN (1995) dan Penelitian Kecamatan Rawan di Magetan (1995)
di desa Plangkrongan, rata-rata di setiap rumah terdapat 1-3 ekor sapi
karena memelihara sapi merupakan pekerjaan kedua setelah bertani.
Setiap harinya rata-rata seekor sapi menghasilkan kotoran sebanyak 30
kg. Jika terdapat 2.000 ekor lembu, maka setiap hari akan terkumpul 60
ton kotoran (http://www.kompascetak.com/kompas-cetak/0712/15/jogja/1045892.htm)
Kotoran yang menggunung akan terbawa oleh air masuk ke dalam tanah
atau sungai yang kemudian mencemari air tanah dan air sungai. Kotoran
lembu mengandung racun dan bakteri colly yang membahayakan kesehatan
manusia dan lingkungannya.
Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang
ikut memberikan kontribusi bagi efek rumah kaca (green house effect)
yang bermuara pada pemanasan global (global warming). Biogas
memberikan perlawanan terhadap efek rumah kaca melalui 3 cara.
Pertama, Biogas memberikan substitusi atau pengganti dari bahan bakar
fosil untuk penerangan, kelistrikan, memasak dan pemanasan. Kedua,
metana (CH4) yang dihasilkan secara alami oleh kotoran yang menumpuk
merupakan gas penyumbang terbesar pada efek rumah kaca, bahkan lebih
besar dibandingkan CO2. Pembakaran metana pada Biogas mengubahnya
menjadi CO2 sehingga mengurangi jumlah metana di udara. Ketiga, dengan
lestarinya hutan, maka akan CO2 yang ada di udara akan diserap oleh
hutan yang menghasilkan Oksigen yang melawan efek rumah kaca.
(http://www.majarikanayakan.com/)

Rekayasa dan Pengujian Reaktor Biogas Skala Kelompok Tani Ternak.
Spesifikasi Teknis
Teknologi biogas telah berkembang sejak lama namun aplikasi
penggunaannya sebagai sumber energi alternatif belum berkembang secara
luas. Beberapa kendala antara lain karena kurangnya "technical
expertise", tidak berfungsinya reaktor biogas akibat kebocoran atau
kesalahan konstruksi, desain reaktor yang tidak "user friendly",
penanganan masih manual, dan biaya konstruksi yang cukup mahal
(http://www.energi.lipi.go.id). Untuk reaktor biogas skala kelompok
tani ternak reaktor di desain dengan kapasitas 18 m3 untuk menampung
kotoran sapi sebanyak 10-12 ekor. Berdasarkan perhitungan desain,
reaktor mampu menghasilkan biogas sebanyak 6m3/hari. Produksi gas
metana dipengaruhi oleh C/N rasio input (kotoran ternak), residence
time, pH, suhu dan toksisitas. Suhu digester berkisar 25-27 oC dan pH
7-7,8 menghasilkan biogas dengan kandungan metana (CH4) sekitar 77%.
Untuk membuat reaktor biogas skala rumah tangga diperlukan beberapa
hal berikut:
1. Volume reaktor (plastik) : 4000 liter
2. Volume penampung gas (plastik) : 2500 liter
3. Kompor biogas : 1 buah
4. Drum pengaduk bahan : 1 buah
5. Pengaman gas : 1 buah
6. Selang saluran gas : ± 10 m
7. Kebutuhan bahan baku : kotoran ternak dari 2-3 ekor sapi/kerbau
8. Biogas yang dihasilkan : 4 m3 perhari (setara dengan 2,5 liter minyak tanah).
Adapun cara pengoperasian reaktor biogas skala rumah tangga:
1. Buat campuran kotoran ternak dan air dengan perbandingan 1:1 (bahan biogas).
2. Masukkan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian
sebanyak 2000 liter, selanjutnya akan berlangsung proses produksi
biogas ke dalam reaktor.
3. Setelah kurang lebih 10 hari reaktor gas dan penampung biogas akan
terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan.
Biogas sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar, kompor biogas dapat
dioperasikan.
4. Sekali-sekali reactor biogas digoyangkan supaya terjadi penguraian
yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas,
lakukan juga pada setiap pengisian bahan bakar.
5. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari,
yaitu sebanyak ± 40 liter setiap pagi dan sore. Sisa pengolahan bahan
biogas berupa sludge (lumpur) secara otomatis akan keluar dari reaktor
setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan
bahan biogas tersebut dapat digunakan langsung sebagai pupuk organik,
baik dalam keadaan basah maupun kering.
Cara Pengoperasian Kompor Biogas
1. Buka sedikit kran gas yang ada pada kompor.
2. Nyalakan korek api dan sulut tepat di atas tungku kompor.
3. Apabila menginginkan api yang lebih besar, kran gas dapat dibuka
lebih besar lagi, demikian pula sebaliknya. Api dapat disetel sesuai
dngan kebutuhan dan keinginan kita.
Pemeliharaan dan Perawatan Reaktor Biogas
1. Hindarkan reaktor dari gangguan anak, tangan jahil ataupun dari
ternak yang dapat merusak reaktor dengan cara memagar dan memberi atap
supaya air tidak dapat masuk ke dalam galian reaktor.
2. Isilah selalu pengaman gas dengan air sampai penuh. Jangan biarkan
sampai kosong karena gas yang dihasilkan akan terbuang melalui
pengaman gas.

Metode Pelaksanaan PPM
Sasaran penyuluhan dan pemberian pelatihan keterampilan ini adalah
para peternak sapi di desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan Kabupaten
Kulon Progo. Hal ini dikarenakan hampir seluruh penduduk di desa
Jatisarono bermatapencaharian sebagai peternak selain matapencaharian
mereka yang utama sebagai petani. Pemilihan sasaran kegiatan ini
diambil dengan pertimbangan mereka dapat memberikan informasi tentang
penerapan teknologi biogas yang mereka miliki kepada keluarga,
tetangga maupun peternak sapi lain di sekitar desa Jatisarono.
Kegiatan penerapan IPTEK ini akan bekerja sama dengan masyarakat desa
Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo sehingga mereka
dapat menentukan waktu yang tepat untuk peaksanaan kegiatan ini.
Selain itu, pada pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan dinas
peternakan setempat bekerjasama dengan peternak sapi terkait dalam
pembuatan sumur biogas.
Metode Kegiatan PPM
Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi-informasi,workshop, dan
disseminasi terbatas. Secara lebih rinci metode yang digunakan dapat
diuraikan sebagai berikut:
1. Menjelaskan kepada peserta pelatihan mengenai berbagai macam cara
mengelola limbah ternak sapi dan pembuatan biogas
2. Diskusi-informasi membahas cara mengatasi kesulitan dalam memulai
pembuatan biogas serta menjelaskan cara mengatasinya sehingga dapat
dihasilkan biogas yang ramah lingkungan.
3. Para peserta diberi kesempatan untuk mencoba merancang, dan membuat
alat yang digunakan dalam pembuatan biogas.
4. Hasil uji coba selanjutnya dipresentasikan untuk bahan diskusi dan
selanjutnya siap didisseminasikan di lingkungan rumah tangga lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan para petani dan
peternak di desa Jatisarono, kecamatan Nanggulan kabupaten Kulon Progo
dapat membentuk kelompok usaha pembuatan biogas. Hal ini dimaksudkan
untuk perintisan wirausaha dan mereduksi masalah sosio-kultural yang
ditimbulkan oleh limbah ternak sapi.
Langkah-langkah Kegiatan PPM
Seperti telah diuraikan pada bagian pendahuluan bahwa terdapat limbah
kotoran ternak (sapi) yang cukup melimpah di desa Jatisarono,
kecamatan Nanggulan kabupaten Kulon Progo. Melimpahnya jumlah limbah
tersebut belum diiringi dengan sistem pengelolaan dan pemanfaatan yang
baik. Pemerintah dalam hal ini dinas peternakan dan Pemda Kulon Progo
telah memberikan tawaran bantuan jika peternak dan petani bersedia
mengelolanya. Sebagai usaha penyediaan bahan bakar alternatif dan
dalam rangka mengatasi dampak sosio-kultural dari limbah ternak (sapi)
maka pembuatan biogas dengan bahan utama kotoran sapi adalah salah
satu bentuk solusi yang sesuai dengan misi Pemda Kulon Progo.
Adapun secara sistematis kerangka pemecahan masalah yang akan
dilakukan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:


Gambar 1. Diagram langkah kegiatan PPM
Hasil Pelaksanaan Kegiatan PPM dan Pembahasan
Sesuai dengan jadwal, metode dan rencana pelaksanaan program yang
sudah ditentukan maka urutan kegiatan dan hasil yang diperoleh dalam
kegiatan ini adalah:
a. Penyampaian materi mengenai Biogas ditinjau dari sisi kimiawi,
fisika dan ilmu sosial.
Beberapa pengetahuan yang disampaikan adalah:
- Biogas dan apa yang terkandung di dalamnya sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
- Mekanisme reaksi yang terjadi di dalam pembuatan Biogas dalam rangka
mengetahui bagaimana caranya agar Biogas dapat terbentuk.
- Kotoran ternak dan unsur apa saja yang terkandung di dalamnya
sebagai syarat pembuatan Biogas agar diketahui jenis kotoran ternak
apa saja yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan.
- Konversi banyaknya energi yang dihasilkan Biogas setiap liternya.
- Mekanisme pembuatan, penggunaan dan perawatan instalasi Biogas.
- Penanganan limbah hasil pengolahan Biogas ditinjau dari apek sosiokulturalnya
b. Pengamatan di lapangan oleh peserta
Para peserta yang telah mendapatkan materi pengetahuan tentang Biogas
dan aspek sosiokulturalnya selanjutnya mencoba melihat bagaimana
mekanisme pembuatan instalasi Biogas di lapangan sesungguhnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan kepada peserta tentang materi
yang sudah diterima dan membandingkannya dengan kondisi lapangan yang
sesungguhnya. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pengamatan,
pengidentifikasian dan penyusunan data-data pendukung yang diperlukan
peserta. Data-data ini yang akan dijadikan bahan peserta dalam
kegiatan diskusi dengan Tim pengabdi guna memantapkan penguasaan
materi yang telah diberikan.kondisi lapangan.
c. Presentasi dan diskusi antar peserta mengenai pemanfaatan Biogas
sebagai sumber bahan bakar alternatif dan aspek sosio kulturalnya.
Adapun sebagai akhir dari kegiatan yang dilakukan oleh peserta adalah
presentasi dan diskusi mengenai materi pemanfaatan Biogas sebagai
sumber bahan bakar alternatif dan aspek sosio kulturalnya. Setiap
komponen materi yang telah diberikan didiskusikan dan dipresentasikan
di depan Tim. Pada saat wakil kelompok peternak menyampaikan hasil
pengamatannya maka peserta lain diberikan kesempatan untuk menanggapi
hasil pengamatan yang telah dilakukan.
Pengabdian masyarakat mengenai pemanfaatan Biogas sebagai sumber bahan
bakar alternatif bagi masyarakat petani dan peternak sapi di desa
Jatisarono kabupaten Kulonprogo dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus
2008. Banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 35 orang
dari 40 orang yang diundang oleh tim pengabdi. Para peserta merupakan
penduduk desa Jatisarono yang berprofesi sebagai petani dan atau
peternak sapi.
Materi yang disampaikan terdiri dari 1) Kotoran ternak sapi untuk BBM
alternatif yang ramah lingkungan, 2) Konversi energi kotoran ternak
sapi, dan 3) Aspek sosiokultural dari Biogas. Tim pengabdi yang
memberikan materi pelatihan terdiri dari 3 orang, yaitu: Ibu Sugi
Rahayu, M.Pd. M.Si., Ibu Dyah Purwaningsih, M.Si., dan Bapak Pujianto,
S.Pd. Adapun pemberian materi berbentuk ceramah dan dilanjutkan dengan
pengamatan lapangan oleh peserta serta diakhiri dengan presentasi dan
diskusi oleh para peserta pelatihan.
Pada waktu diskusi berlangsung terlihat bahwa penguasaan peserta
mengenai pengelolaan kotoran ternak sebagai sumber energi alternatif
masih relatif rendah. Melalui diskusi ini, tim pengabdi menyisipkan
materi-materi yang harus dikuasai peserta sebagai bekal dalam
mempersiapkan pembuatan instalasi Biogas. Tim pengabdi selain
memberikan materi tentang bagaimana cara memanfaatkan kotoran ternak
sebagai sumber energi Biogas, Tim juga menjelaskan
kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa dikembangkan melalui
pemanfaatan Biogas tersebut serta bagaimana cara mengelolanya sehingga
meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Para peserta semakin menyadari bahwa pemanfaatan kotoran ternak
sebagai sumber bahan bakar merupakan alternatif yang dapat dilakukan
jika terdapat kesulitan penyediaan bahan bakar. Biogas yang dihasilkan
dapat dikembangkan secara lebih luas untuk menyediakan bahan bakar
dalam lingkup beberapa KK (Kepala Keluarga).
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan terhadap proses kegiatan pengabdian masyarakat
berupa pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber bahan bakar
alternatif dan aspek sosiokulturalnya di lapangan diperoleh hasil
sebagai berikut:
1. Masyarakat petani dan atau peternak sapi di desa Jatisarono menjadi
paham dan mengetahui pemanfaatan residu biogas dari kotoran ternak.
2. Aspek sosio-kultural penerapan teknologi biogas dalam rangka
perintisan wirausaha baru telah dipahami masyarakat petani dan atau
peternak sapi di desa Jatisarono.
3. Masyarakat mengetahui prospek apa saja yang dapat dikembangkan
berkaitan dengan penerapan teknologi biogas di desa Jatisarono dalam
rangka community development untuk jangka yang lebih panjang.
Saran
Untuk tindak lanjut dari kegiatan ini hendaknya dikembangkan lagi
mengenai model pemasaran Biogas untuk keperluan rumah tangga dalam
lingkup yang lebih luas. Hal ini dimaksudkan agar para petani dan atau
peternak di sekitar desa Jatisarono menjadi terinspirasi untuk
mengembangkan instalasi Biogas di lingkungan mereka.

Daftar Pustaka

http://www.disnak.jabarprov.go.id/data/arsip
http://www.majarikanayakan.com
http://www.petra.ac.id/science/applied _technology/biogas98/biogas.htm
http://www.energi.lipi.go.id
http://www.kompascetak.com/kompas-cetak/0712/15/jogja/1045892.htm


*) Dibiayai dari dana DIPA Universitas Negeri Yogyakarta Kegiatan RM
AKUN 521119 Tahun Anggaran 2008 sesuai dengan Surat Perjanjian
Pelaksanaan Program Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tanggal 10
Juni 2008

**) Staf pengajar Jurdik ADP FISE Universitas Negeri Yogyakarta
***) Staf pengajar Jurdik Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
****) Staf pengajar Jurdik Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta


--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com

Kamis, 16 Juni 2011

PRESTASI BELAJAR

A. Prestasi Belajar
1. Pengertian Belajar
Prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari berbuatan belajar,
karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi belajar
adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut.
Bagi seorang siswa belajar merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau
tidaknya seorang siswa dalam pendidikan tergantung pada proses belajar
yang dialami oleh siswa tersebut.
Menurtut Logan, dkk (1976) dalam Sia Tjundjing (2001:70) belajar
dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap
sebagai hasil pengalaman dan latihan . Senada dengan hal tersebut,
Winkel (1997:193) berpendapat bahwa belajar pada manusia dapat
dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung
dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu
bersifat relatif konstan dan berbekas.
Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat
dilakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun dilingkungan
masyarakat. Irwanto (1997:105) berpendapat bahwa belajar merupakan
proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi
dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Mudzakir (1997:34)
belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan
perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku,
sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
Di dalam belajar, siswa mengalami sendiri proses dari tidak tahu
menjadi tahu, karena itu menurut Cronbach (Sumadi Suryabrata,1998:231)
:
"Belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam
mengalami itu pelajar mempergunakan pancainderanya. Pancaindera
tidak terbatas hanya indera pengelihatan saja, tetapi juga berlaku
bagi indera yang lain."

Belajar dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan dalam diri
siswa, namun tidak semua perubahan perilaku dapat dikatakan belajar
karena perubahan tingkah laku akibat belajar memiliki ciri-ciri
perwujudan yang khas (Muhibbidin Syah, 2000:116) antara lain :

a. Perubahan Intensional
Perubahan dalam proses berlajar adalah karena pengalaman atau praktek
yang dilakukan secara sengaja dan disadari. Pada ciri ini siswa
menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya, seperti penambahan
pengetahuan, kebiasaan dan keterampilan.
b. Perubahan Positif dan aktif
Positif berarti perubahan tersebut baik dan bermanfaat bagi kehidupan
serta sesuai dengan harapan karena memperoleh sesuatu yang baru, yang
lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan aktif artinya perubahan tersebut
terjadi karena adanya usaha dari siswa yang bersangkutan.
c. Perubahan efektif dan fungsional
Perubahan dikatakan efektif apabila membawa pengaruh dan manfaat
tertentu bagi siswa. Sedangkan perubahan yang fungsional artinya
perubahan dalam diri siswa tersebut relatif menetap dan apabila
dibutuhkan perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan
lagi.
Berdasarkan dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara sengaja,
disadari dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh
dan manfaat yang positif bagi siswa dalam berinteraksi dengan
lingkungannya.
2. Pengertian prestasi belajar
Untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan,
karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai tantangan
yang harus dihadapi.
Penilaian terhadap hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauhmana ia
telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi
belajar. Seperti yang dikatakan oleh Winkel (1997:168) bahwa proses
belajar yang dialami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam
bidang pengetahuan dan pemahaman, dalam bidang nilai, sikap dan
keterampilan. Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar
yang dihasilkan oleh siswa terhadap pertanyaan, persoalan atau tugas
yang diberikan oleh guru. Melalui prestasi belajar siswa dapat
mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.
Sedangkan Marsun dan Martaniah dalam Sia Tjundjing (2000:71)
berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar,
yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang
diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah
melakukan sesuatu dengan baik. Hal ini berarti prestasi belajar hanya
bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar
siswa.
Menurut Poerwodarminto (Mila Ratnawati, 1996 : 206) yang dimaksud
dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau
dikerjakan oleh seseorang. Sedangkan prestasi belajar itu sendiri
diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh seorang siswa pada jangka
waktu tertentu dan dicatat dalam buku rapor sekolah.
Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang
siswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di
sekolah pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir
semester di dalam buki laporan yang disebut rapor.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.
Untuk meraih prestasi belajar yang baik, banyak sekali faktor yang
perlu diperhatikan, karena di dalam dunia pendidikan tidak sedikit
siswa yang mengalami kegagalan. Kadang ada siswa yang memiliki
dorongan yang kuat untuk berprestasi dan kesempatan untuk meningkatkan
prestasi, tapi dalam kenyataannya prestasi yang dihasilkan di bawah
kemampuannya.
Untuk meraih prestasi belajar yang baik banyak sekali faktor-faktor
yang perlu diperhatikan. Menurut Sumadi Suryabrata (1998 : 233) dan
Shertzer dan Stone (Winkle, 1997 : 591), secara garis besar
faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar dapat
digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor
eksternal.:


a. Faktor internal
Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu :
1). Faktor fisiologis
Dalam hal ini, faktor fisiologis yang dimaksud adalah faktor yang
berhubungan dengan kesehatan dan pancaindera
a) Kesehatan badan
Untuk dapat menempuh studi yang baik siswa perlu memperhatikan dan
memelihara kesehatan tubuhnya. Keadaan fisik yang lemah dapat menjadi
penghalang bagi siswa dalam menyelesaikan program studinya. Dalam
upaya memelihara kesehatan fisiknya, siswa perlu memperhatikan pola
makan dan pola tidur, untuk memperlancar metabolisme dalam tubuhnya.
Selain itu, juga untuk memelihara kesehatan bahkan juga dapat
meningkatkan ketangkasan fisik dibutuhkan olahraga yang teratur.
b) Pancaindera
Berfungsinya pancaindera merupakan syarat dapatnya belajar itu
berlangsung dengan baik. Dalam sistem pendidikan dewasa ini di antara
pancaindera itu yang paling memegang peranan dalam belajar adalah mata
dan telinga. Hal ini penting, karena sebagian besar hal-hal yang
dipelajari oleh manusia dipelajari melalui penglihatan dan
pendengaran. Dengan demikian, seorang anak yang memiliki cacat fisik
atau bahkan cacat mental akan menghambat dirinya didalam menangkap
pelajaran, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi
belajarnya di sekolah.
2) Faktor psikologis
Ada banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi belajar
siswa, antara lain adalah :
a) Intelligensi
Pada umumnya, prestasi belajar yang ditampilkan siswa mempunyai kaitan
yang erat dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki siswa. Menurut Binet
(Winkle,1997 :529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk
menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan suatu
penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu dan untuk menilai keadaan
diri secara kritis dan objektif. Taraf inteligensi ini sangat
mempengaruhi prestasi belajar seorang siswa, di mana siswa yang
memiliki taraf inteligensi tinggi mempunyai peluang lebih besar untuk
mencapai prestasi belajar yang lebih tinggi. Sebaliknya, siswa yang
memiliki taraf inteligensi yang rendah diperkirakan juga akan memiliki
prestasi belajar yang rendah. Namun bukanlah suatu yang tidak mungkin
jika siswa dengan taraf inteligensi rendah memiliki prestasi belajar
yang tinggi, juga sebaliknya .
b) Sikap
Sikap yang pasif, rendah diri dan kurang percaya diri dapat merupakan
faktor yang menghambat siswa dalam menampilkan prestasi belajarnya.
Menurut Sarlito Wirawan (1997:233) sikap adalah kesiapan seseorang
untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Sikap siswa
yang positif terhadap mata pelajaran di sekolah merupakan langkah awal
yang baik dalam proses belajar mengajar di sekolah.
c) Motivasi
Menurut Irwanto (1997 : 193) motivasi adalah penggerak perilaku.
Motivasi belajar adalah pendorong seseorang untuk belajar. Motivasi
timbul karena adanya keinginan atau kebutuhan-kebutuhan dalam diri
seseorang. Seseorang berhasil dalam belajar karena ia ingin belajar.
Sedangkan menurut Winkle (1991 : 39) motivasi belajar adalah
keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan
kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan
yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu; maka tujuan yang
dikehendaki oleh siswa tercapai. Motivasi belajar merupakan faktor
psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang khas ialah dalam
hal gairah atau semangat belajar, siswa yang termotivasi kuat akan
mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
b. Faktor eksternal
Selain faktor-faktor yang ada dalam diri siswa, ada hal-hal lain
diluar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang akan diraih,
antara lain adalah :
1). Faktor lingkungan keluarga
a) Sosial ekonomi keluarga
Dengan sosial ekonomi yang memadai, seseorang lebih berkesempatan
mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, mulai dari buku, alat
tulis hingga pemilihan sekolah
b). Pendidikan orang tua
Orang tua yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi cenderung
lebih memperhatikan dan memahami pentingnya pendidikan bagi
anak-anaknya, dibandingkan dengan yang mempunyai jenjang pendidikan
yang lebih rendah.
c). Perhatian orang tua dan suasana hubungan antara anggota keluarga
Dukungan dari keluarga merupakan suatu pemacu semangat berpretasi bagi
seseorang. Dukungan dalam hal ini bisa secara langsung, berupa pujian
atau nasihat; maupun secara tidak langsung, seperti hubugan keluarga
yang harmonis.
2). Faktor lingkungan sekolah
a). Sarana dan prasarana
Kelengkapan fasilitas sekolah, seperti papan tulis, OHP akan membantu
kelancaran proses belajar mengajar di sekolah; selain bentuk ruangan,
sirkulasi udara dan lingkungan sekitar sekolah juga dapat mempengaruhi
proses belajar mengajar
b). Kompetensi guru dan siswa
Kualitas guru dan siswa sangat penting dalam meraih prestasi,
kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari
para penggunanya akan sia-sia belaka. Bila seorang siswa merasa
kebutuhannya untuk berprestasi dengan baik di sekolah terpenuhi,
misalnya dengan tersedianya fasilitas dan tenaga pendidik yang
berkualitas , yang dapat memenihi rasa ingintahuannya, hubungan dengan
guru dan teman-temannya berlangsung harmonis, maka siswa akan
memperoleh iklim belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, ia akan
terdorong untuk terus-menerus meningkatkan prestasi belajarnya.


c). Kurikulum dan metode mengajar
Hal ini meliputi materi dan bagaimana cara memberikan materi tersebut
kepada siswa. Metrode pembelajaran yang lebih interaktif sangat
diperlukan untuk menumbuhkan minat dan peran serta siswa dalam
kegiatan pembelajaran. Sarlito Wirawan (1994:122) mengatakan bahwa
faktor yang paling penting adalah faktor guru. Jika guru mengajar
dengan arif bijaksana, tegas, memiliki disiplin tinggi, luwes dan
mampu membuat siswa menjadi senang akan pelajaran, maka prestasi
belajar siswa akan cenderung tinggi, palingtidak siswa tersebut tidak
bosan dalam mengikuti pelajaran.
3). Faktor lingkungan masyarakat
a). Sosial budaya
Pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan akan mempengaruhi
kesungguhan pendidik dan peserta didik. Masyarakat yang masih
memandang rendah pendidikan akan enggan mengirimkan anaknya ke sekolah
dan cenderung memandang rendah pekerjaan guru/pengajar
b). Partisipasi terhadap pendidikan
Bila semua pihak telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan
pendidikan, mulai dari pemerintah (berupa kebijakan dan anggaran)
sampai pada masyarakat bawah, setiap orang akan lebih menghargai dan
berusaha memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Empat Hal yang Harus Dipertanggungjawabkan Manusia di Akhirat

Setiap gerak-gerik kehidupan di dunia ini harus senantiasa ada
pertanggungjawaban. Orang yang diberi amanah (mandat) harus
mempertanggungjawabkan amanahnya kepada orang yang memberikan amanah
kepadanya. Seorang karyawan harus mempertanggungjawabkan pekerjaan
kepada atasannya. Buruh akan mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada
majikannya. Lurah mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada Camat,
dan Camat mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada Bupati, dan
seterusnya sampai kepada Presiden yang harus mempertanggungjawabkan
kinerjanya kepada rakyat melalui MPR. Fenomena ini sudah lazim bagi
kita di dunia ini. Bahkan, akan tetap lazim dan up to date bagi kita
sampai memasuki alam yang baru nanti, yaitu alam akhirat. Semua
manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatan dan amalnya kepada
Allah SWT besok di hari akhirat karena manusia adalah makhluk
ciptaan-Nya serta menjadi khalifah-Nya di muka bumi ini.


Dalam hal ini setidaknya ada empat hal yang harus kita
pertanggungjawabkan kepada Allah SWT kelak di hari kiamat. Nabi saw
bersabda dalam sebuah hadisnya:
" Dari Abu Barazah A-Islami berkata, Rasulullah saw bersabda, "Kedua
kakinya seorang hamba besok di hari kiamat tidak akan terpeleset
sehingga dia ditanyai tentang empat hal:
(1) Tentang umur, untuk apa umur itu dihabiskan.
(2) Tentang ilmu, untuk apa ilmu itu difungsikan.
(3) Tentang harta benda, dari mana harta benda itu diperoleh.
(4) Tentang kondisi tubuh, untuk apa kenikmatan itu digunakan." (HR
Tirmidzi dan berkata: hadis tersebut Hasan-Sahih)

Keempat hal tersebut mari kita rinci dan uraikan satu per satu.

Pertama: Mengenai Umur
Allah SWT memberikan umur kepada manusia sesuai dengan kehendak-Nya,
ada yang panjang, ada yang pendek, dan ada yang sedang-sedang saja.
Yang jelas umur yang diberikan kepada manusia itu ada batasnya, dan
pada waktunya, manusia akan diwafatkan oleh Allah SWT. Allah berfirman
dalam Alquran, " Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila
telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat
pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (Al-A'raaf: 34)

Perjalanan Akhirat (5) : Hari Perhitungan Amal (Yaumul Hisab)
8 Maret 2011 pukul 09:26 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1.
Mengenal Kehidupan Akhirat, 2. Mengingat Akhirat dan Kematian

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : Allah Azza wajalla akan
menghisab para makhluk. Hisab adalah ditampakkannya amalan-amalan
hamba kepada-Nya pada hari kiamat. Dan sungguh al Quran dan as Sunnah,
ijma', dan akal telah menunjukkan hal ini.

Adapun dalam al Quran, Allah Subhanahu wata'ala berfirman, "Adapun
orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan
diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah," (al Insyiqaaq: 7-8)

"Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan
berteriak: "Celakalah aku". Dan dia akan masuk ke dalam api yang
menyala-nyala (neraka)." (al Insyiqaaq: 10-12)


Adapun dalam as Sunnah maka telah tsabit dari nabi Shallallahu'alaihi
wasallam bahwasanya Allah Subhanahu wata'ala akan menghisab para
makhluk. Adapun ijma' maka sesungguhnya telah sepakat di antara semua
umat, bahwasanya Allah Subhanahu wata'ala akan menghisab para makhluk.
Adapun dalam akal maka sangat jelas karena sesungguhnya kita telah
diberi beban syari'at, apakah berupa amalan yang harus dikerjakan
ataupun yang harus ditinggalkan atau yang harus dipercayai. Maka akal
dan hikmah itu menetapkan bahwa seseorang yang diberi beban syari'at,
maka sesungguhnya dia akan dihisab dan dimintai pertanggung jawaban.

Perkataan penulis: kholaiq, adalah jamak dari makluk, mencakup setiap
makhluk. Akan tetapi dikecualikan dari makhluk tersebut orang yang
masuk surga tanpa hisab tanpa adzab, sebagaimana hal ini tsabit dalam
as shahihain: Bahwasanya nabi Shallallahu'alaihi wasallam melihat
umatnya dan bersama mereka ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa
hisab tanpa adzab. Mereka adalah orang yang tidak pernah minta
diruqyah, tidak pernah berobat dengan kai (besi yang dipanaskan hingga
membara), tidak pernah bertathayyur (beranggapan sial dengan sesuatu
yang dilihat atau didengar) dan hanya kepada Rabbnya mereka
bertawakkal [Diriwayatkan Bukhari (6541) dan Muslim (220) dari Ibnu
Abbas Radhiallahu'anhu.]

Hadits selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Husain bin Abdurrahman
berkata, "Suatu ketika aku berada di sisi Said bin Zubair, lalu ia
bertanya, "Siapa diantara kalian melihat bintang yang jatuh semalam?"
Kemudian aku menjawab, "aku" Kemudian kataku, "Ketahuilah,
sesungguhnya aku ketika itu tidak sedang melaksanakan sholat, karena
aku disengat kalajengking." Lalu ia bertanya kepadaku, "lalu apa yang
kau lakukan?" Aku menjawab, "Aku minta diruqyah" Ia bertanya lagi,
"Apa yang mendorong kamu melakukan hal itu?" Aku menjawab, "yaitu
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Asy Sya'by kepada kami" Ia
bertanya lagi, "Dan apakah hadits yang dituturkan kepadamu itu?" Aku
menjawab, "Dia menuturkan hadits kepada kami dari Buraidah bin
Hushaib,

"Tidak boleh Ruqyah kecuali karena ain atau terkena sengatan".

Said pun berkata, "sungguh telah berbuat baik orang yang telah
mengamalkan apa yang telah didengarnya, tetapi Ibnu Abbas menuturkan
hadits kepada kami dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, beliau
bersabda :

"Telah diperlihatkan kepadaku beberapa umat, lalu aku melihat seorang
Nabi, bersamanya sekelompok orang, dan seorang Nabi, bersamanya satu
dan dua orang saja, dan Nabi yang lain lagi tanpa ada seorangpun yang
menyertainya, tiba tiba diperlihatkan kepadaku sekelompok orang yang
banyak jumlahnya, aku mengira bahwa mereka itu umatku, tetapi
dikatakan kepadaku bahwa mereka itu adalah Musa dan kaumnya. Tiba tiba
aku melihat lagi sekelompok orang yang lain yang jumlahnya sangat
besar, maka dikatakan kepadaku mereka itu adalah umatmu, dan bersama
mereka ada 70.000 (tujuh puluh ribu) orang yang masuk sorga tanpa
hisab dan tanpa adzab.

Kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam bangkit dan masuk ke dalam
rumahnya, maka orang orang pun memperbincangkan tentang siapakah
mereka itu?, ada diantara mereka yang berkata: barangkali mereka itu
orang orang yang telah menyertai Nabi dalam hidupnya, dan ada lagi
yang berkata: barang kali mereka itu orang orang yang dilahirkan dalam
lingkungan Islam hingga tidak pernah menyekutukan Allah dengan
sesuatupun, dan yang lainnya menyebutkan yang lain pula.

Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam keluar dan merekapun
memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka beliau bersabda,

"Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta
dikay (suatu pengobatan dengan menempelkan besi panas ke tempat yang
sakit), tidak melakukan tathayyur, dan mereka bertawakkal kepada
Rabbnya"

Kemudian Ukasyah bin Muhshon berdiri dan berkata: Mohonkanlah kepada
Allah agar aku termasuk golongan mereka, kemudian Rasul bersabda :
"ya, engkau termasuk golongan mereka", kemudian seseorang yang lain
berdiri juga dan berkata: mohonkanlah kepada Allah agar aku juga
termasuk golongan mereka, Rasul menjawab : "Kamu sudah kedahuluan
Ukasyah" (HR. Bukhori & Muslim)

Dan Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dengan sanad yang bagus
bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Bahwasanya bersama setiap orang tersebut ada 70.000 orang yang
lainnya" [Diriwayatkan Imam Ahmad (1/5, 196) dari Abu Bakrah dan
anaknya Abdurahman.]

Maka 70.000 dikali 70.000 ditambah 70.000. Mereka itu jumlahnya 70.000
dikali 70.000 ditambah 70.000. Mereka semua yang masuk surga tanpa
hisab tanpa adzab.

Sifat Hisab Pada Orang Mukmin

Berkata penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah):

Dan Allah Azza wajalla akan bersendiri dengan hamba-Nya yang mukmin
dan menanyakan kepadanya dosa-dosanya

Maka ini adalah sifat dari hisab. Allah Azza wajalla bersendirian
dengan hamba-Nya yang mukmin tanpa ada seorangpun yang tahu. Allah
Azza wajalla mengungkap dosa-dosa hamba dengan berkata, "Apakah engkau
melakukan demikian? dan melakukan demikian?" Sampai hamba menyatakan
dan mengakuinya. Kemudian Allah Azza wajalla berkata, "Sungguh Aku
telah menutupi atasmu di dunia dan hari ini Aku mengampuninya
untukmu." [Shahih muslim (2968)].

Hadits selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dari Shafwan bin Muhriz
Radhiallahu'anhu, ia berkata: "Ketika Ibnu Umar sedang thawaf,
tiba-tiba datanglah seorang lelaki, lalu berkata, "Wahai Abu
Abdurrahman, atau ia berkata, "Wahai Ibnu Umar, apakah engkau
mendengar sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam tentang percakapan?"
Maka Ibnu Umar menjawab, "Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihi
wasallam bersabda: "Orang mu'min dekat dari Rabbnya -Dan Hisyam
berkata: orang mu'min dekat yakni dari Rabbnya-, sehingga Dia
meletakkan lambung-Nya atasnya, lalu ia mengakui dosa-dosanya. (Allah
berfirman) "Mengakui". Ia berkata, "Rabbi, aku mengakuinya", dua kali.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman, "Aku menutupi dosa-dosa itu di
dunia, dan hari ini Aku mengampuninya." Kemudian dilipat lembaran
(catatan) kebaikan-kebaikannya. Adapun orang-orang lain (orang-orang
kafir), mereka itu dipanggil di atas para saksi yaitu:

"Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka".
Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim."
(Hud: 18). (Riwayat Bukhari).

Bersama dengan itu Allah Azza wajalla (ketika menghisab -pent)
meletakkan hijab atas hamba tersebut yaitu ketika tidak ada seorangpun
yang melihatnya, tidak ada seorangpun yang mendengarnya. Dan ini
adalah karunia dari Allah Azza wajalla kepada seorang mukmin. Maka
sesungguhnya jika ada seorang yang menanyakan perbuatan jahatmu di
hadapan manusia dan jika mereka mendengar perbuatan jahatmu maka
niscaya ini merupakan pembongkaran aib-aib. Akan tetapi jika hanya
engkau sendiri, maka ini adalah menutup aib bagi dirimu.

Berkata penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah):

Sebagaimana yang demikian itu disifatkan dalam al Quran dan as Sunnah

Yakni seperti hisab yang disifatkan dalam al Quran dan as Sunnah.
Karena hal ini adalah termasuk perkara ghaib yang tergantung kepada
khabar yang murni, maka wajib kembali kepada apa yang disifatkan oleh
al Quran dan as Sunnah.

Sifat Hisab Pada Orang Kafir

Berkata penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah):

Adapun orang kafir, maka mereka tidak akan dihisab yang ditimbang
kebaikan dan kejelekannya, karena mereka itu tidak memiliki kebaikan.
Akan tetapi perbuatan mereka itu akan dihitung, kemudian dikhabarkan
tentang amalan mereka, mereka akan mengakuinya dan mereka akan dibalas
atasnya

Yang demikian itu semakna dengan hadits Ibnu Umar Radhiallahu'anhu
dari nabi Shalallahu'alaihi wasallam ketika beliau menyebutkan hisab
Allah atas hamba-Nya yang mukmin, sesungguhnya Allah Azza wajalla akan
bersendiri dengannya, dan mengungkapkan dosa-dosanya kepada hamba
tersebut. Kemudian beliau berkata,

"Adapun orang-orang kafir dan munafik, maka mereka akan diseru di
segenap makhluk: mereka itu adalah orang yang mendustakan Rabb mereka.
ketahuilah laknat Allah itu atas orang-rang yang zhalim. (Muttafaqun
'alaih)

Dan dalam shahih Muslim dari dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu, dalam
hadits yang panjang dari nabi Shallallahu'alaihi wasallam berkata,

"Maka Allah Ta'ala menemui hamba. Lalu Allah Ta'ala berfirman: "Wahai
Fulan, tidakkah aku memuliakanmu? tidakkah Aku menjadikanmu sebagai
tuan? tidakkah Aku menjodohkanmu? tidakkah Aku menundukkan bagimu kuda
dan unta? Aku biarkan kamu sebagai pemimpin dan mendapat seperempat
(rampasan)". Maka ia menjawab, "Ya". Rasulullah Shallallahu'alaihi
wasallam bersabda: "Maka Allah Ta'ala berfirman, "Apakah kamu menduga
bahwa kamu akan bertemu Aku?" Dia menjawab, "Tidak". Lalu Allah Ta'ala
berfirman, "Sesungguhnya Aku melupakanmu, sebagaimana kamu
melupakan-Ku".

Kemudian Allah Ta'ala menemui orang yang kedua, lalu Dia berfirman:
"Wahai Fulan, tidakkah aku memuliakanmu? tidakkah Aku menjadikanmu
sebagai tuan? tidakkah Aku menjodohkanmu? tidakkah Aku menundukkan
bagimu kuda dan unta? Aku biarkan kamu sebagai pemimpin dan mendapat
seperempat (rampasan)". Maka ia menjawab, "Ya, wahai Rabbku". Lalu
Allah Ta'ala berfirman, "Apakah kamu menduga bahwa kamu akan bertemu
Aku?" Dia menjawab, "Tidak". Lalu Allah Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Aku melupakanmu, sebagaimana kamu melupakan-Ku".

Kemudian Allah Ta'ala bertemu dengan orang yang ketiga, maka Allah
Ta'ala berfirman kepadanya seperti itu juga. Lalu dia menjawab, "Wahai
Rabbku, aku beriman kepada-Mu, kepada Kitab-Mu dan kepada
Rasul-rasul-Mu, aku shalat, berpuasa dan bersedekah", dan la memuji
dengan kebaikan yang di bawah kemampuannya. Maka Allah Ta'ala
berfirman, "Jika demikian, disini". Rasulullah Shallallahu'alaihi
wasallam bersabda: "Kemudian dikatakan kepadanya, "Sekarang Kami
bangkitkan saksi-saksi Kami atasmu". Dia berpikir dalam hatinya,
"Siapakah orang yang menjadi saksi atasku?" Lalu mulutnya dikunci, dan
dikatakan pada pahanya, daging dan tulangnya: "Berkatalah !", maka
paha, daging dan tulangnya mengatakan amalnya. Yang demikian itu agar
dapat membuat alasan bagi dirinya, itulah orang munafik dan itulah
orang yang dimurkai Allah Ta'ala". (Riwayat Muslim).

Peringatan

Dalam perkataan penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah):

Adapun orang kafir, maka mereka tidak akan dihisab yang ditimbang
kebaikan dan kejelekannya, karena mereka itu tidak memiliki kebaikan.
Akan tetapi perbuatan mereka itu akan dihitung , kemudian dikhabarkan
tentang aalmn mereka, mereka akan mengakuinya dan mereka akan dibalas
atasnya

Di sini ada isyarat bahwa hisab yang dinafikan dari mereka (orang
kafir) adalah hisab berupa penimbangan amalan-amalan baik dan buruk.
Adapun hisab berupa pengakuan dan gertakan maka ini pasti terjadi pada
mereka sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah
Radhiallahu'anhu di atas.

Faidah

Amalan yang pertama kali dihisab kepada seorang hamba adalah sholat,
perkara hubungan sesama manusia yang pertama kali dihisab adalah darah
(pembunuhan). Karena sholat adalah ibadan badan yang paling utama, dan
karena darah adalah sebesar-besarnya pelanggaran hak-hak anak Adam.

Apakah Bangsa Jin dan Binatang Akan Dihisab Juga?

Perkataan penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah): kholaiq, itu
mencakup bangsa jin juga, karena mereka (bangsa jin) juga dibebani
syari'at. Oleh karena itu orang kafir dari bangsa jin juga masuk
neraka dengan dasar nash dan ijma'. Seperti firman Allah Subhanahu
wata'ala,

"Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama
umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu." (al
A'raaf: 38)

Maka kaum mukminin dari bangsa jin juga akan masuk surga berdasar
perkataan jumhur ulama dan ini adalah pendapat yang shahih,
sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala,

"Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?ِ

Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra.
Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? ِ

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan
pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka
(penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula
oleh jin.

(Ar Rahmaan: 46-56)

Apakah hisab ini juga berlaku kepada binatang?

Adapun qishash maka binatang termasuk di dalamya (pada binatang juga
ada qishash -pent). Karena yang demikian itu tsabit dari hadits
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam,

"Bahwasanya akan diqishash hingga kambing Jalha (yakni yang tidak
bertanduk) mengqishosh kambing Qorna (yakni yang memiliki tanduk)."
(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu)

Dan ini dalam masalah qishash, akan tetapi binatang tidak akan dihisab
seperti hisabnya manusia mukallaf beserta konsekuensinya, karena
binatang tidak akan mendapatkan pahala dan adzab.

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Al Wasithiyah bab al iman bil yaumil
akhir, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Edisi Indonesia
Ada Apa Setelah Kematian? Menelusuri Kejadian-Kejadian Setelah Hari
Kiamat, Penerjemah Abu Hafsh 'Umar Sarlam Al Atsary, Penerbit Pustaka
Al Manshurah Poso, hal. 108-119]
Berkaitan dengan umur ini umat Muhammad adalah umat yang paling pendek
umurnya dibandingkan dengan umat-umat yang terdahulu. Nabi saw sendiri
umurnya hanya 63 tahun, sebuah umur yang relatif pendek bila
dibandingkan dengan para Nabi sebelumnya. Secara umum umat Muhammad
berumur dalam kisaran 60 sampai 70 tahun, sebagaimana yang pernah
beliau tegaskan dalam hadisnya, "Rata-rata umur umatku antara 60
sampai 70 tahun."

Dengan umur sependek itu, pertanyaan yang perlu dikedepankan adalah
untuk apa umur yang begitu singkat itu kita habiskan? Realitas sosial
menunjukkan bahwa kebanyakan manusia selalu menunda-nunda melakukan
amal saleh padahal tidak jarang manusia yang masih muda, bahkan masih
kecil, secara mendadak di wafatkan oleh Allah SWT, Bagaimana menghadap
kepada Allah SWT sedangkan mereka ini dalam keadaan tidak siap mati
karena semasa hidupnya belum membekali dirinya dengan bekal-bekal
kehidupan akhirat. Mereka menunda-nunda di sisa umurnya, tapi di
tengah perjalanan ke sana mereka terlebih dahulu sudah diwafatkan oleh
Allah SWT. Kalau memang begini jadinaya, siapa yang rugi?

Oleh karena itu, kita memang harus selalu stand by dan siap dalam
menghadapi yang namanya maut itu. Kapan pun, di mana pun, dan saat apa
pun kita harus siap merespon panggilan yang terakhir dari Allah di
dunia ini. Dengan demikian, bekal taqwa dan ibadah yang selalu
menyertai kita di mana pun kita berada adalah yang terbaik bagi kita.

Kedua: Mengenai Ilmu
Ciri yang membedakan antara manusia dan binatang adalah adanya akal.
Dengan akal manusia mampu mengakses kebaikan-kebaikan,
informasi-informasi, dan lain-lain. Dengan akal pula manusia mampu
menghasilkan ilmu. Berbekal ilmulah manusia mencari kebahagiaan serta
keselamatan di dunia dan di akhirat. Semakin banyak ilmunya, semakin
dekat pula dia kepada Sang Pencipta (apabila digunakan sebagaimana
mestinya). Rasulullah saw telah bersabda, "Apabila datang kepadaku
suatu hari, di mana pada hari itu aku tidak bisa menambah ilmu, maka
tidak ada keberkahan bagiku pada hari itu."

Dengan ilmu yang dimiliki, manusia diharapkan akan menjadi orang yang
baik dalam semua lini kehidupannya, terutama ilmu agama. Namun, jika
ada orang yang pengetahuan agamanya lebih dari cukup, lalu tindakan
kesehariannya tidak sesuai dengan ilmunya, bahkan bertentangan,

Ketiga: Mengenai Harta Benda
Dalam hal harta benda, ada dua pertanyaan yang akan ditanyakan Allah
kepada kita. Pertama, dari mana harta itu dihasilkan? Kedua, untuk apa
harta itu dibelanjakan?
Harta yang ada pada kita itu semata-mata titipan Allah SWT, karena itu
kita harus pandai-pandai memperoleh dan membelanjakannya. Harta yang
kita dapatkan harus melalui jalan dan cara yang halal. Apabila tidak
seperti itu, maka pada hakikatnya hanya menyengsarakan kita. Rasul saw
bersabda, "Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka
neraka lebih berhak untuk memakan (menyiksa) daging itu."
Setelah harta tersebut kita peroleh dari jalan yang halal, maka kita
pun wajib membersihkan (menzakati) harta itu jika sudah mencapai satu
nishab. Nishab harta benda senilai 85 gram emas dan kita keluarkan 2 ½
% nya. Alquran menjelaskannya, "Ambillah zakat dari sebagian harta
mereka, dengan zakat itu kamu mmembersihkan dan menyucikan mereka, dan
berdo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi)
ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha
Mengetahui." (At-Taubah: 103)

Keempat: Mengenai Kesehatan dan Kondisi Tubuh
Kebanyakan manusia ketika sehat dan bugar sering lupa akan
kewajibannyan kepada Yang Maha Kuasa dan selalu lupa untuk melakukan
hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Demikian pula ketika
terbuka kesempatan yang luas dihadapannya, yaitu ketika mereka sedang
menjadi orang yang penting, mereka lupa akan hal-hal tersebut. Namun,
ketika semuanya itu sudah sirna di hadapannya, yang sibuk sudah
menjadi tidak sibuk, yang pegawai (karyawan) menjadi pensiun dan yang
militer sudah menjadi purnawirawan, mereka semua ini baru sadar akan
pentingnya hal-hal tersebut. Orang-orang semacam ini masih beruntung
karena penundaan mereka masih membuahkan hasil dan tidak sia-sia. Akan
tetapi, alangkah ruginya bagi orang-orang yang suka menunda-nunda amal
saleh, akan tetapi maut segera menjemputnya dengan tiba-tiba. Alangkah
sia-sianya penundaan mereka. Oleh karena itu, Rasul saw mengingatkan
kepada kita dalam sabdanya, "Ada dua kenikmatan, kebanyakan manusia
terlena dengan keduanya (sehingga mereka tidak diberkahi Allah), yaitu
kesehatan dan kesempatan." (HR Al-Bukhari)

Dalam riwayat yang lain Rasul saw pernah memberi nasihat kepada Ibnu
Umar, "… dan (manfaatkanlah) kesehatanmu sebelum datang waktu
sakitkanmu…."

Akhirnya, kita memohon kepada Allah agar diberi-Nya kekutan untuk
mempersiapkan bekal selama hidup di dunia ini dengan mengabdi
kepada-Nya, sehingga kita bisa mempertanggungjawabkan keempat hal
tersebut di hadapannya dengan benar dan penuh kemudahan, amin.

--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com

Selasa, 14 Juni 2011

Kesempurnaan hidup


Semua orang pastinya mengalami proses kehidupan yang berbeda-beda karena itu kepuasanya dalam menjalani juga berbeda-beda. Manusia mempunyai keinginan untuk memuaskan dirinya dan kepuasan masing-masing personal juga berbeda dalam jalan pemenuhanya. Ada orang yang puas dengan jalan minimalis dan ada orang yang puas dengan jalan yang maksimalis. Maksudnya dalam pemuasan orang mempunyai cara dan alat yang berbeda-beda, sebagian orang terpuaskan keinginanya dengan jalan mengeluarkan sedikit uang bahkan tidak mengeluarkan uang dan ada orang yang bisa terpuaskan keinginanya dengan cara mengeluarkan uang yang banyak, tetapi biasanya orang yang mengeluarkan uang banyak menganggap pengeluaran uang itu tidak banyak. Kata gori banyak itu dilihat dari sudut pandang orang yang berpenghasilan sedikit dan hidup sederhanas ecukupnya bahkan kurang.

Faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi bagaimana orang merasa puas akan apa yang dicapai. Dalam lingkungan masyarakat yang mempunyai budaya sederhana hidup secukupnya dai lingkungan sekitar maka bentuk konsumtifitasnya juga tidak terlalu banyak, sehingga membetuk pola pikir yang sederhana dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya yang muncul dari luar. 

Berbeda dengan orang yang mempunyai latar belakang kehidupan yang sudah berkecukupan. Secara mayoritas mereka justru mempunyai pola pikir yang serba kurang jika keinginanya satu sudah terpenuhi maka keinginan yang lain akan muncullagi yang lebih menggiurakan dan mengeluarkan uang yang lebih besar. Mungkin ada pertanyaan kenapa demikian? kita ketahui bahwa manusia mempunyai nafsu atau kodrat kurang puas, apalagi didukung dengan lingkungan yang selalu mencukupi. Contoh kecil ketika kita sudah mempnyai handphone yang sudah bisa kita gunakan unutk telepon dan sms maka ketika muncul type baru yang memberikan fitur lebih dengan ada radionya maka keinginan kita memiliki dan jika didukung dengan memiliki uang yang cukup pasti akanmembeli. Setelah beberapa waktu muncul kembali hand phone yang dilengkapi dengan fitur TV maka yang ada di pikiran orang yang meiliki uang lebih pasti ingin membeli dan memilikinya karena hand phne yang hanya di lengkapi dengan radio masih kurang dengan hand phone yang di lengkapi dengan TV kita bisa melihat TV dimana saja dan kapan saja.

Namun sayangnya jika kita melihat masyarakat kita bahwa pola pikir yang seperti saya contohkan di atas tidak hanya di miliki olehorang yang beruang  tapi hampir semua lapisan masyarakat seperti itu. sederhanya tukang becak dan ojek saja sekarang kita ketahui handphonenya sudah dilengkapi fitur-fitur tersebut. Dan budya yang demikian yang kita sebut dengan budaya konsumtif karena kita sebagai negara yang berkembang hanya bisa membeli dan menikmati hasilindustri yang dimilikiorang asing tersebut bukan malah kita yang enciptkan barang-barang yang kita sukai itu. 

Akan bertentangan dengan konsep kesempurnaan hidup yang kita inginkan karena dengan budaya konsumtif maka pikiran kia tidak akan tenang selalu menginginkan sesuatu yang baru tidak puas dengan apa yang dimiliki.  Sepatutnya ketika kita mengingikan kesempuranaan dalamhidup ini adalah dengan mengedepankan pemikiran memiliki barang sesuai dengan keutuhan kita bukan malah memiliki barang yang tidak kita butuhkan yang akhirnya menjadi sia-sia. 

--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com



Minggu, 12 Juni 2011

Pendidikan Jawa Timur

PENDIDIKAN

a. pemerataan fasilatas pendidikan dengan tenaga pendidik yang
benar-benar profesional sesuai kemampuan profesional yang adadi UU
sisdiknas no 20 tahun 2003. jangan sampai pendidikan hanya
diberifsilitas secara-prasarana akan tetapi kemampuan tenaga
pendidiknya hanya sebatas ijazahnya saja yang tinggi nilainya tapi
kemampuanya masih dipertanyakan.
b. Jauhkan Tmapat hiburan dan pasar Modern dari lembaga pendidikan,
karena akan menjaditempat membolos siswa dan semakim membuuat pola
pikir konsumtif siswa terhadap hiburan dan produk-produk baru.
c. Transparasi pendanaan bagi setiap lembaga peguruan tinggi yang
sudah menerapkan badan layanan umum (BLU) karena BLU jika tidak ada
transparasinya semakin menggemukan para birokrasi kampus. bisa
menggunakan web masing-masing Penguruan tinggi untuk memberikan
informasi kepada kalayak umum terkait pendanaan yang sudah
dioprasionalakan.


--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com